Batasan Mengusap Kepala Dalam Berwudhu (bagian 2)

Mengusap ¼ kepala

1.     Mazhab Hanafi

Syekh Ahmad bin Muhammad Al-Qaduri (w 428 H) dalam kitabnya Mukhtashar Al-Qaduri memberikan pernyataan sebagai berikut : [23]

والمفروض في مسح الرأس مقدار الناصية وهو الربع الرأس لما روي عن مغيرة بن شعبة : أن النبي صلى الله عليه وسلم أتى سباطة قوم فبال وتوضأ ومسح على ناصيته وخفيه

Kadar atau batasan kepala yang wajib diusap dalam berwudhu hanya sebatas mengusap ubun-ubun kepala, dalam artian ¼ bagian kepala. Sebagaimana yang diriwayatkan dari mughiroh bin syu’bah : bahwasannya Nabi shallallhu a’laihi wasallam pernah mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum lalu beliau membuang hajat kecil, setelah itu berwudhu dan mengusap ubun-ubunnya serta kedua khufnya (sejenis sepatu zaman dahulu). (H.R Muslim. An Nasai dan Ahmad).

Imam Abu Bakar Bin Mas’ud Al-Kasani (w 587 H) menyatakan dalam kitabnya Badai’ Ash-Shanai’ :

مسح الرأس مرة واحدة لقوله تعالى وامسحوا برؤسكم والأمر المطلق بالفعل لا يوجب التكرار. واختلف في المقدار المفروض مسحه ذكره في الاصل وقدره بثلاث أصابع اليد وروى الحسن عن أبى حنيفة أنه قدره بالربع وهو قول زفر وذكر الكرخي والطحاوى عن أصحابنا مقدار الناصية

ولنا ان الامر بالمسح يقتضى آلة إذا المسح لا يكون الا بآلة وآلة المسح هي اصابع اليد عادة وثلاث أصابع اليدأ كثر الاصابع وللاكثر حكم الكل فصار كأنه نص على الثلاث وقال وامسحوا برؤسكم بثلاث اصابع أيديكم.

wajibnya mengusap kepala hanya sekali saja dikarenakan firman Allah Ta’ala “dan usaplah kepala kalian” adalah bentuk perintah yang mutlak untuk dikerjakan dan tidak wajib untuk mengulangnya. Para ulama berbeda pendapat dalam menentapkan kadar batasan mengusap kepala. Dalam Al-Ashlu (merujuk kepada kitab Al-Mabsuth karya Muhammad bin Hassan Asy-Syaibani) disebutkan bahwa batasan mengusap adalah mengusap dengan 3 jari tangan. Imam kasani (w 587 H) mengomentari pendapat ini dengan mengatakan bahwa : bagi kami perintah mengusap kepala membutuhkan alat, oleh karena itu mengusap tidak mungkin jika tanpa alat. Dan biasanya alat mengusap kepala adalah tangan (dalam satu tangan ada lima jari) dan menggunakan tiga jari tangan sudah dianggap banyak maka hukum mayoritas sudah dapat dianggap sebagai hukum keseluruhan. Dan dengan pendapat ini, kadar mengusap kepala sebagaimana perintah dari Al Quran adalah mengusap dengan 3 jari tangan.

Imam Al-Kasani (w 587 H) juga menyebutkan pendapat Imam Abu hanifah (w 150 H) yang menyatakan bahwa batasan mengusap kepala adalah 1/4 usapan di kepala. Pendapat ini senada dengan pendapat Zufar (w 158 H), Al Karkhi (w 340 H) dan At Thohawi (w 321 H). Namun ada juga pendapat yang lain dari kalangan hanafiyah yang menyatakan bahwa batasan wajib mengusap hanya sebatas mengusap ubun-ubun saja.[24]

Imam Muhammad Amin atau yang masyhur dengan sebutan Ibnu Abdin (w 1252 H) dalam kitabnya Raddu Al-Muhtar ‘Ala Durri Al-Mukhtar menyatakan hal yang senada dengan Imam Al-Kasani (w 587 H) dengan menyebutkan tiga pendapat dalam kalangan hanafiyah tentang batasan wajibnya mengusap kepala. Diantaranya mengusap ¼ kepala, 3 jari dan ubun-ubun serta menyatakan bahwa mengusap ¼ kepala adalah pendapat yang mu’tamad (kuat) di kalangan hanafiyah. [25] Di bawah ini saya sajikan teks bahasa arabnya.

قوله : (ومسح ربع الرأس) . المَسح لغة إمرار اليد على الشيء . وعرفا إصابة المَاء العضو . واعلم أن في مقدار فرض المَسح روايات أشهرها ما في المَتن . الثانية مقدار الناصية , واختارها القدوري . وفي الهداية وهي الربع . والتحقيق أنها أقل منه . الثالثة مقدار ثلاثة أصابع رواها هشام عن الإمام , وقيل هي ظاهر الرواية . وفي البدائع أنها رواية الأصول , وصححها في التحفة وغيرها . وفي الظهيرية وعليها الفتوى . وفِي المعراج أَنَّهَا ظَاهِرُ الْمَذْهَبِ وَاخْتِيَارُ عَامَّةِ الْمُحَقِّقِينَ , لكن نسبها في الخلاصة إلى محمد , فيحمل ما في المعراج من أنها ظاهر المَذهب على أنها ظاهر الرواية عن محمد توفيقا وتمامه في النهر والبحر . والحاصل أن المُعتمد رواية الربع , وعليها مشى المُتأخرون كابن الهمام وتلميذه ابن أمير الحج وصاحب النهر والبحر والمَقدسي والمُصنف والشرنبلالي وغيرهم.

Sebab-Sebab Terjadinya Perbedaan Pendapat

 Penyebab perbedaan pendapat dalam masalah ini terdapat pada perbedaan persepsi dan pemahaman para ulama mengenai huruf Ba dalam ayat 6 surah Al Maidah dan juga dalam memahami hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian ulama memahami bahwa huruf ba tersebut memiliki makna tabi’dh (sebagian) dan bukan bermakna ilshaq ataupun ta’kid (penguatan). Dan sebagian lainnya memahami hal yang sebaliknya dan karena itulah mereka mewajibkan untuk mengusap kepala seluruhnya. Berikut ini akan penulis paparkan hujjah atau argumentasi dari para ulama. Dan mengapa mereka begitu kokoh dalam memegang pendapat mereka.

Argumentasi Kelompok yang Mewajibkan Mengusap Seluruh Bagian Kepala

1.     Mazhab Maliki

Imam Al Qarafi (w 684 H) dalam kitabnya Adz-Dzakhirah membeberkan argumentasinya tentang wajibnya mengusap seluruh kepala dan membaginya menjadi 3 aspek yang didapati dari Firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Maidah Ayat 6. berikut ini akan saya sebutkan satu persatu :

  1. Adapun firman Allah Ta’ala : وامسحوا برؤوسكم . Di dalam kalimat ini terdapat Susunan atau bentuk kalimat yang berfaedah menta’kidkan (menguatkan) terhadap apa-apa yang dikehendaki oleh keumuman lafadz. Maka wajiblah mengambil pendapat tentang keumumannya. Sebagaimana yang mereka katakan : usaplah seluruh kepalamu. Adapun ta’kid merupakan penguat terhadap sesuatu yang pada asalnya kokoh.
  2. Bentuk kalimat tersebut juga bisa saja kemasukan istitsna (pengecualian). Seperti seorang berkata : usaplah kepalamu kecuali sebagian atau 1/3. Jika tidak ada pengecualian maka yang dikecualikan akan tetap berada dibawah hukumnya (tidak akan berubah). Sah saja sebuah bagian ada pengecualiannya jika ditilik dari bentuk kalimat tersebut. Namun jika tidak ada pengecualiannya maka wajiblah memasukkan seluruh bagian-bagian tersebut (kepala) dalam wajibnya mengusap dan pendapat inilah yang tepat.
  3. Allah Ta’ala tidak menggabungkan dalam penyebutannya (mengusap kepala) dan memberikan ruang tersendiri dalam susunan kalimat. Jika saja yang dimaksud adalah mengusap sebagian dari kepala, maka cukuplah dengan menyebutkan wajah saja, dikarenakan dalam mengusap muka diharuskan mengenai sebagian dari kepala.

Adapun argumentasi yang dibangun dari hadits sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau mengusap ubun-ubunnya serta imamahnya. Jika saja boleh mengusap sebagian kepala, maka kenapa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulkan kedua secara bersamaan (mengusap ubun-ubun dan imamah)?.

Sedangkan argumentasi yang dibangun dari qiyas adalah mengusap seluruh kepala diqiyaskan dengan mengusap wajah saat bertayammun. Dimana saat itu diharuskan mengusap keseluruhan wajah, maka begitupula dengan mengusap kepala dalam berwudhu.[26] Di bawah ini saya sajikan teks arabnya.

حجة المشهور الكتاب والسنة والقياس أما الكتاب فقوله تعالى ! ( وامسحوا برؤوسكم ) ! وجه التمسك به من وجوه أحدها أن هذه الصيغة تؤكد بما يقتضي العموم فوجب القول بالعموم لقولهم امسح برأسك كله والتأكيد تقوية لما كان ثابتا في الأصل وثانيهما أنها صيغة يدخلها الاستثناء فيقال امسح برأسك إلا نصفه أو إلا ثلثه والاستثناء عبارة عما لولاه لاندرج المستثنى تحت الحكم وما من جزء إلا يصح استثناؤه من هذه الصيغة فوجب اندراج جملة الأجزاء تحت وجوب المسح وهو المطلوب وثالثها أن الله تعالى أفرده بذكره ولو كان المراد أقل جزء من الرأس لاكتفى بذكر الوجه لأنه لا بد معه من ملامسة جزء من الرأس وأما السنة فما روي عنه عليه السلام أنه مسح بناصيته وعمامته ولو كان الاقتصار على مسح بعض الرأس جائزا لما جمع بينهما لحصول المقصود بالناصية

وأما القياس فنقول عضو شرع المسح فيه بالماء فوجب أن يعمه حكمه قياسا على الوجه في التيمم أو نقول لو لم يجب الكل لوجب البعض ولو وجب البعض لوجب البعض الآخر قياسا عليه وهذا قياس يتعذر معه الفارق لعدم تعين المقيس عليه

2.     Mazhab Hanbali

Menurut Imam Ibnu Qudamah (w 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni huruf ba dalam ayat : وامسحوا برؤوسكم mempunyai makna ilshoq yang berarti mengharuskan mengusap seluruh kepala sebagaimana ayat tentang tayammum : فامسحوا بوجوهكم. Yang mewajibkan mengusap seluruh wajah. Beliau juga mengkritik kalangan yang berpendapat bahwa ba dalam ayat tersebut mempunyai makna tab’idh (sebagian), karena makna tersebut tidak dikenali oleh para ahli bahasa. [27] Di bawah ini saya sajikan teks arabnya.

وزعم بعض من ينصر ذلك أن الباء للتبعيض فكأنه قال : وامسحوا بعض رؤوسكم ولنا قول الله تعالى : { وامسحوا برؤوسكم } والباء للالصاق فكأنه قال : وامسحوا رؤوسكم فيتناول الجميع كما قال في التيمم : وامسحوا بوجوهكم وقولهم : الباء للتبعيض غير صحيح ولا يعرف أهل العربية ذلك قال ابن برهان : من زعم أن الباء تفيد التبعيض فقد جاء أهل اللغة بما لا يعرفونه وحديث المغيرة يدل على جواز المسح على العمامة ونحن نقول به ولأن النبي صلى الله عليه و سلم لما توضأ مسح رأسه كله وهذا يصلح أن يكون مبينا للمسح المأمور وما ذكروه من اللفظ مجاز لا يعدل إليه عن الحقيقة إلا بدليل

Argumentasi Kelompok yang Mewajibkan Mengusap Sebagian Kepala

1.     Mazhab Syafi’i

Dalam kitab Al-Majmu’ Imam Nawawi Rahimahullah (w 676 H) memaparkan tentang hujjah dari pemuka-pemuka mazhab syafi’iyah yang menyatakan bahwa wajibnya mengusap kepala akan gugur dengan hanya mengusap saja, baik itu kadarnya banyak ataupun sedikit. Hal ini di karenakan adanya riwayat yang menyatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap ubun-ubunnya. Dan dari riwayat ini maka pendapat-pendapat yang lain menjadi tertolak dikarenakan kadar usapan di ubun-ubun lebih sedikit daripada ¼ kepala.

Imam Nawawi Rahimahullah (w 676 H) juga menukilkan bantahan dari pemuka-pemuka syafi’iyah terhadap pendapat yang menyatakan bahwa huruf ba dalam ayat وامسحوا برؤوسكم bermakna Ilshoq. Menurut mereka huruf ba tersebut bermakna tab’idh dikarenakan sebagian para pakar bahasa menyatakan bahwa : jika huruf ba masuk (digabungkan) ke dalam fi’il muta’addi maka maknanya menjadi tab’idh seperti firman Allah Ta’ala : وامسحوا برؤوسكم. Namun jika huruf ba masuk ke fi’il yang bukan muta’addi maka dia bermakna ilshoq sebagaimana firman Allah Ta’ala : وليطوفوا بالبيت. Maka sudah bisa disimpulkan bahwa pendapat ini (mengusap sebagian kepala) adalah pendapat yang memakai metode menjamak (mengumpulkan) dalil-dalil dari Al Quran dan Al Hadits, Dimana Nabi Shalllallahu ‘alaihi wasallam lebih sering mengusap keseluruhan kepala sebagai penjelasan tentang keutamaannya. Begitupula beliau shallallahu ‘alaihi wasallam terkadang mengusap sebagian kepalanya sebagai penjelasan atas kebolehannya.

Imam Nawawi (w 676 H) juga memberikan bantahan terhadap pendapat yang mengqiyaskan mengusap kepala dengan mengusap wajah dalam bertayammum. Menurutnya dalam As Sunah sudah ditetapkan bahwa yang diperintahkan mengusap dalam bertayammum adalah meratakan usapan disetiap bagian wajah dikarenakan mengusap wajah adalah pengganti mengusap wajah. dan hukumnya sama diantara pengganti dengan apa yang digantikannya. sedangkan dalam mengusap kepala As Sunnah menetapkan hukum asalnya adalah mengusap sebagian begitu pula jika dilihat dari hukum lafadznya.[28] Di bawah ini saya sajikan teks arabnya.

واحتج أصحابنا بان المسح يقع على القليل والكثير وثبت في الصحيح ان النبي صلى الله عليه وسلم مسح بناصيته فهذا يمنع وجوب الاستيعاب ويمنع التقدير بالربع والثلث والنصف فان الناصية دون الربع فتعين ان الواجب ما يقع عليه الاسم

* والذى اعتمده امام الحرمين في كتابه الا ساليب في الخلاف ان المسح إذا اطلق في المفهوم منه المسح من غير اشتراط للاستعاب وانظم إليه أن النبي صلى الله عليه وسلم مسح الناصية وحدها ولم يخص أحد الناصية ومنع جواز قدرها من موضع آخر فدل على جواز مطلق المسح

واما قولهم الباء للالصاق فقال اصحابنا لا نسلم انها هنا للالصاق بل هي للتبعيض ونقلوا ذلك عن بعض اهل العربية وقال جماعة منهم إذا دخلت الباء على فعل يتعدى بنفسه كانت للتبعيض كقوله (وامسحوا برؤوسكم) وان لم يتعد فللالصاق كقوله تعالى (وليطوفا بالبيت) قال أصحابنا وعلى هذا يحصل الجمع بين الآية والاحاديث فيكون النبي صلى الله عليه وسلم مسح كل الرأس في معظم الاوقات بيانا لفضيلته واقتصر على البعض في وقت بيانا للجواز: وأما قياسهم على التيمم فجوابه من وجهين أحدهما ان السنة بينت ان المطلوب بالمسح في التيمم الاستيعاب وفي الرأس البعض

* الثاني فرق الشافعي في مختصر المزني بينهما فقال مسح الرأس أصل فاعتبر فيه حكم لفظه والتيمم بدل عن غسل الوجه فاعتبر فيه حكم مبدله

Argumentasi Kelompok yang Mewajibkan Mengusap ¼ Kepala

1.     Mazhab Hanafi

Dalam kitab Badai’ Ash Shanai’ Imam Al Kasani (w 587 H) memaparkan hujjah kalangan hanafiyah dalam batasan yang wajib diusap yaitu ¼ kepala. mereka melihat bahwa batasan ¼ terdapat dalam banyak hukum-hukum fiqih sebagaimana yang terdapat dalam alhalq (memotong rambut) disaat berhaji. Al-halq tidak akan sah jika tidak memotong ¼ rambut. Begitu pula tidak boleh sholat jika auratnya tersingkap seluas ¼ bagian.[29] Di bawah ini saya sajikan teks arabnya.

وجه التقدير بالربع : أنه قد ظهر اعتبار الربع في كثير من الأحكام كما في حلق ربع الرأس أنه يحل به المحرم و لا يحل بدونه و يجب الدم إذا فعله في إحرامه و لا يجب بدونه و كما في انكشاف الربع من العورة في باب الصلاة إنه يمنع جواز الصلاة و ما دونه لا يمنع كذا ههنا

[23]. Mukhtashar Al-Qaduri Fii Al-Fiqhi Al-Hanafi hal 11 cet pertama tahun 1997 M. Penerbit Daar Al Kutub Al I’lmiyah. Yang ditahqiq oleh Syekh Kamil Muhammad U’waidhoh.

[24]. Badai’ Ash-Shanai’ Fii Tartibi Asy Syarai’ jilid 1 hal 102-103 cet ke dua tahun 2003 M. Penerbit Daar Al Kutub Al ‘Ilmiyah Beirut. Yang ditahqiq oleh Syaikh Ali Muhammad Mu’awwad dan Syaikh ‘Adil Ahmad Abdul Maujud

[25]. Raddul Muhtar ‘ala Durri Al-Mukhtar jilid 1 hal 67-68 penerbit Ihya At Turats.

[26]. Adz-Dzakhirah jilid 1 hal 259-260 cet. Pertama. penerbit Darul Gharb Al Islami tahun 1994 M. Ditahqiq oleh Dr. Muhammad Hujji

[27]. Al-Mughni Jilid 1 Hal 176 cet ke tahun 1997 M. Penerbit Dar A’lam Al Kutub Riyadh. Yang ditahqiq oleh Dr. Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki dan Dr. Abdul Fatah Muhammad Al Hulwu.

[28]. Al-Majmu’ Syarhu Al-Muhadzdzab jilid 1 hal 431-432. cet Maktabah Al Irsyad Jeddah tanpa tahun. Yang ditahqiq oleh Muhammad Najib Al Muthi’i.

[29]. Badai’ Ash-Shanai’ Fii Tartibi Asy-Syarai’ jilid 1 hal 107 cet ke dua tahun 2003 M. Penerbit Daar Al Kutub Al ‘Ilmiyah Beirut. Yang ditahqiq oleh Syaikh Ali Muhammad Mu’awwad dan Syaikh ‘Adil Ahmad Abdul Maujud.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s