Isis dan Isu Teroris Di Indonesia

Ada seorang lelaki dewasa bernama rembo memegang senjata ak 47 berteriak2 dengan ekspresi ketakutan karena ancaman yang diklaimnya akan menghancurkan rumah tempat dia menetap. Para penghuni rumah kebanyakan adalah tuna netra. Lelaki dewasa itu meneriakkan ketakutannya terhadap seorang bayi yang baru belajar merangkak.

Bayi itu dia beri nama bejo, nama yang sama dengan seorang penjahat terkenal. Bagi penghuni rumah yang buta tentu saja akan mempercayai perkataan si rembo yang merupakan pemimpin mereka dan juga karena mereka tidak dapat melihat si bejo dalam bentuk anak bayi yang mungil. Dalam benak mereka si bejo pastilah orang yang mengerikan dan kejam sesuai dengan apa yang di tanamkan dan digambarkan oleh si rembo.

Hal yang berbeda akan di dapati oleh penghuni rumah yang penglihatannya masih berfungsi, mereka akan menemukan keganjilan dalam teriakan si rembo. Menurut mereka bagaimana mungkin seorang bayi dapat membahayakan seorang dewasa yang di tangannnya memegang senjata ak 47? Bagaimana mungkin seorang bayi dapat menghancurkan rumah yang besar? Jika memang si bejo sangat berbahaya tentu saja dalam sekejap si rembo dapat menghabisi si bejo yang mungil itu tanpa bersusah payah. Mereka pun berfikir apa sebenarnya yang si rembo inginkan dengan situasi yang menegangkan buah dari teriakan ketakutannya?

Dalam situasi yang lain si bejo dibiarkan oleh si rembo bermain-main di dalam rumahnya seraya di berikan granat dan bola tenis sebagai mainannya. Si bayi mungil itu tidak dapat membedakan mana yang granat dan mana yang bola tenis, baginya kedua barang tersebut merupakan mainan yang mengasyikkan.

Suatu saat si bejo melemparkan granat yang di kiranya adalah mainan tersebut ke kamar penghuni rumah sehingga matilah mereka akibat dari ledakan granat. Si rembo pun dengan gagah berani berpidato dalam rumahnya dan menguatkan bahwa apa yang dia teriakkan sebelumnya adalah sebuah kebenaran (si bejo sangatlah berbahanya). Sehingga akhirnya para penghuni rumah bertambah yakin akan kelayakan rembo sebagai pemimpin mereka. Mereka berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan mereka dari bahaya si bejo. Padahal hakikatnya yang paling berbahaya adalah si rembo. Karena dialah yang menciptakan teror dan memberikan granat kepada si bejo.

Cerita di atas saya sajikan sebagai ilustrasi dan analogi dari isu yang akhir2 ini menghebohkan Indonesia. Isu itu berjudul isis dan terorisme di indonesia. Masyarakat ramai membicarakan seputar isis dan bahaya nya. bahkan seorang sekaliber presiden, menteri dan panglima angkatan bersenjata RI pun turut angkat bicara.

aneh tapi nyata anggota isis yang hanya segelintir di Indonesia begitu di takuti oleh sebuah negara yang mempunyai kekuatan militer dan badan intelejen yang cukup di segani. bahkan Seorang presiden dan pemimpin tertinggi militer hanya dapat berkata2 dengan seruan dan kecaman yang normative padahal dia punya kekuasaaan untuk mencegahnya dan membumihanguskannya dalam sekejap.

Badan intelejen negara seperti sengaja dibiarkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam mendeteksi sedini mungkin terhadap gerakan dari organisasi tersebut, sehingga pendukung isis dapat dengan mudahnya mengibarkan benderanya di bundaran HI, bekasi, solo dan di dalam lapas tempat abu bakar basyir berada. ada apakah gerangan? benarkah isis adalah sebuah organisasi yang merupakan saingan dari negara super power di dunia? Sehingga sebuah negara dan pemerintahan Indonesia terlihat lemah untuk membumi hanguskannya. ataukah memang isu ini oleh para elit bangsa indonesia sengaja dibiarkan liar dalam rangka meneror rakyat dan guna menghancurkan ide2 dan cita2 negara Islam? Ataukah mungkinkah ada agenda lainnya? Dimana kelak isis lah yang akan menjadi kambing hitam atas teror dan bencana yang akan terjadi diesok hari.

Rakyat yang awam ikut2an meneriakkan bahaya laten isis sebagaimana pemimpinnya tanpa mau meneliti lebih jeli Siapakah yang sebenarnya paling berbahaya. Siapakah yang sebenarnya teroris itu? Dalam buku maling teriak maling amerika sang teroris noam Chomsky menceritakan tentang kisah penuturan St. Augustinus tentang seorang bajak laut yang tertangkap oleh Alexander Agung. Ditanya tentang latar belakang si bajak laut mengacau lautan oleh Alexander Agung, dengan cerdas dia balik bertanya : Mengapa kamu berani mengacau seluruh dunia? Karena aku melakukannya hanya dengan sebuah perahu kecil, aku disebut maling. kalian, karena melakukannya dengan kapal besar, kalian disebut kaisar. Kisah tersebut merupakan sebuah sindiran tajam kepada para penguasa. Bahwa teroris yang sesunguhnya adalah penguasa yang di panggil kaisar.

Saya sangat tidak setuju dengan cara dan konsep perjuang isis namun isu yang terlalu melebih-lebihkan tentang bahayanya di negara ini adalah perkara yang perlu diteliti lagi. Karena banyaknya kerancuan dan keanehan dalam penggiringan isu tersebut.

Saya lebih melihat Isu isis dan terorisme adalah salah satu cara yang digunakan untuk menyudutkan Islam dan juga cita2 negara Islam. Isu tersebut sudah sering terjadi namun dengan bungkus dan nama yang berbeda. Seperti di zaman orde baru. NII KW 9 yang di pimpin oleh abu toto alias panji gumilang.

Gerakan intelejen yang di prakarsai oleh ali murtopo yang di beri nama opsus (operasi khusus) guna membusukkan cita2 negara Islam. Orang2 yang tergabung di dalamnya di ajarkan untuk merampok, mengkafirkan umat Islam yang bukan golongannya dan berbagai perbuatan keji lainnya. Perbuatan-perbuatan tersebut di blow up media dan agen2 pemerintah orba sehingga rakyatpun menjadi ilfeel, benci serta ketakutan mendengar tentang cita2 negara Islam. Dalam benak mereka perwujudan dari cita2 tersebut akan mendzalimi dan mengekang hak asasi mereka. Sehingga akhirnya mereka berpuas diri dengan negara pancasila.

Sangat aneh jika kita katakan bahwa NII KW 9 sangat berbahaya bagi NKRI dimasa orba. Bahkan bisa dibilang Karena jasa NII KW 9 lah pancasila masih bercokol sebagai ideologi resmi NKRI. Kedekatan soeharto sebagai penguasa NKRI dengan abu toto membuat membuat kita bertanya-tanya benarkah NII KW 9 adalah musuh NKRI? Benarkah NII KW 9 sangat berbahaya bagi NKRI? Jika kedua pemimpin tersebut adalah teman akrab lantas bagaimanakah dengan teror yang diciptakan oleh NII KW 9? Berasal dari manakah teror itu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s