Ukuran Memberi Makan Dalam Kafarah dan Bolehkah Menggantinya Dengan Uang?

Dalam permasalahan ini para ulama berbeda pendapat dan terbagi menjadi 3 pendapat. pendapat yang pertama menyatakan bahwa ukuran kafarah memberi makan adalah satu mud atau ¼ sho’ (sekitar 544 gram atau 0,6875 liter) serta tidak boleh digantikan dengan uang. Para ulama yang berpendapat seperti ini berasal dari mazhab Maliki, Syafi’i, Hanbali. Sedangkan pendapat yang lainnya adalah 2 mud atau ½ sho’ dan boleh diganti dengan uang. Pendapat ini berasal dari mazhab Hanafi. Mazhab Zhahiri memiliki pendapat sendiri dengan tidak memberi batasan dan takaran dalam memberi makan. yang penting menurutnya makanan tersebut harus mengeyangkan.[1] Untuk lebih jelasnya saya akan paparkan di bawah ini pendapat-pendapat para ulama dari masing-masing mazhab.

1. Mazhab Al-Hanafiyah

As-Sarakhsi (w. 483 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah di dalam kitabnya Al-Mabsuth menuliskan sebagai berikut :

الإطعام عندنا يقدر بنصف صاعٍ لكل مسكين

Menurut kami ukuran memberi makan kepada setiap orang miskin adalah setengah sho’.[2]

وإن أعطى قيمة الطعام يجوز

Boleh jika membayar kafarah dengan memberikan uang sesuai dengan harga makanan.[3]

Al-Kasani (w. 587 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah di dalam kitabnya Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi As-Syarai’ menuliskan sebagai berikut :

فالمقدار في التمليك هو نصف صاع من حنطة أو صاع من شعير أو صاع من تمر

Adapun takarannya adalah setengah sho’ gandum, satu sho’ Sya’ir (dari jenis gandum) atau satu sho’ kurma .

وإنما جوازه باعتبار القيمة فتعتبر قيمته كالدراهمِ والدنانير وهذا عند أصحابنا

Menurut ashab kami, mengganti makanan dengan yang lainnya itu boleh jika dilihat dari aspek nilai atau harga. Maka yang dianggap adalah nilainya, seperti dirham dan dinar.[4]

2. Mazhab Al-Malikiyah

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah dalam kitab Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah menuliskan sebagai berikut :

والإطعام ستون مدا لستين مسكينا بمد النبي عليه الصلاة والسلام وهذا أقل ما يجزئه من الإطعام وان أطعم مدا ونصفا أو مدين لكل مسكين فحسن

Dan memberi makan sejumlah 60 mud untuk 60 orang miskin dengan takaran yang sama dengan mudnya nabi muhammad saw. Ini adalah takaran paling sedikit dari memberi makan. Jika memberi makan 1,5 atau 2 mud bagi setiap orang miskin maka itu lebih baik.[5]

Al-Qarafi (w. 684 H) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah di dalam kitab Adz-Dzakhirah menuliskan sebagai berikut :

النوع الثالث إطعام ستين مسكينا لكل مسكين مد بمده – صلى الله عليه وسلم

Jenis yang ketiga yaitu memberi makan 60 orang miskin, bagian untuk setiap orang miskin adalah 1 mud dengan mudnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.[6]

3. Mazhab Asy-Syafi’i

An-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama dalam mazhab Asy-Syafi’iyah di dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menuliskan sebagai berikut :

إذا كفر بالإطعام فهو إطعام ستين مسكينا كل مسكين مد سواء البر والزبيب والتمر وغيرها

Jika kafarat dengan cara memberi makan, maka hendaklah memberi makan untuk 60 orang miskin, masing-masing menerima 1 mud, baik dari jenis gandum, kismis, kurma, ataupun selainnya.[7]

ولا يجزئ الدقيق ولا السويق ولا الحب المعيب ولا القيمة

Tidak sah memberikan makanan dengan tepung gandum, tepung dan biji-bijian yang rusak dan nilai (uang).[8]

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H) salah satu ulama mazhab Asy-Syafi’iyah di dalam kitab Mughni Al-Muhtaj menuliskan sebagai berikut :

ويصرف للستين المذكورين ( ستين مدا ) لكل واحد مد

Dan di bagikan kepada 60 orang yang disebutkan sebanyak 60 mud satu dan setiap orang menerima satu mud.[9]

4. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) ulama dari kalangan mazhab Al-Hanabilah di dalam kitabnya Al-Mughni menuliskan sebagai berikut :

لكل مسكين مد من بر، أو نصف صاع من تمر أو شعير

Setiap orang miskin mendapatkan 1 mud gandum dari jenis burr atau setengah sho’ (2 mud) kurma atau sya’ir (dari jenis gandum).[10]

5. Mazhab Azh-Zhahiriyah

Ibnu Hazm (w. 456 H) salah satu tokoh mazhab Azh-Zhahiriyah di dalam kitab Al-Muhalla bil Atsar menuliskan sebagai berikut :

ومن كان فرضه الإطعام فإنه لا بد له من أن يطعمهم شبعهم، من أي شيء أطعمهم وان اختلف، مثل أن يطعم بعضهم خبزا، وبعضهم تمرا، وبعضهم ثريدا، وبعضهم زبيبا، ونحو ذلك، ويجزئ في ذلك مد بمد النبي صلى الله علي وسلم

Dan seorang yang wajib baginya untuk memberi makan maka harus memberi orang miskin makan sampai kenyang, dari jenis apapun makannya dan berbeda-beda ketika memberinya. Seperti memberi makan sebagian dari mereka dengan kurma, sebagian yang lainnya diberi makan bubur dan yang lainnya diberi makan kismis ataupun semisalnya. sah saja jika memberi makan dengan takaran 1 mud Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam..[11]

ولا يجوز تحديد إطعامٍ دون إطعامٍ بغير نص ولا إجماع…..قال أبو محمد: وهذا تحكم وشرع لم يوجبه نص، ولا إجماع، ولا قياس، ولا قول صاحب!

Dan tidak boleh membatasi takaran dalam memberi makan tanpa ada keterangan dari nash (qur’an dan Sunnah) ataupun ijma’…. berkata Abu Muhammad (Ibnu Hazm) “hal ini (pembatasan takaran memberi makan) adalah penetapan hukum dan syariat yang tidak diwajibkan oleh nash, ijma’, qiyas dan qaul para sahabat”.[12]

Wallahu’alam.

[1]. Abdul Karim Zaidan, Al-Mufashshal Fii Ahkami Al-Mar’a Wa Al-Baiti Al-Muslimin Fii Syari’ati Al-Islamiyah, jilid 2 hal 82-84 cet.pertama Muassisah Ar-Risalah.

[2] As-Sarakhsi, Al-Mabstuh, jilid 3 hal. 161.

[3] As-Sarakhsi, Al-Mabstuh, jilid 8 hal. 267.

[4] Al-Kasani, Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi Syara’i, jilid 5 hal. 101 cet. Maktabah Al-‘Ilmiyah.

[5] Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah, hal. 124 cet. Daar Kutub Al-‘Ilmiyah.

[6] Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 170.

[7] An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdab, jilid 6 hal. 345

[8] An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdab, jilid 6 hal. 372

[9] Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 3 , hal. 366 cet. Daar Al-Fikr

[10] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 141.

[11] Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 201

[12] Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 202

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s