Hukum Mengusap Kepala 3 Kali Disaat Berwudhu

Para pakar fikih sepakat bahwasannya wajibnya membasuh anggota wudhu hanya satu kali. Adapun basuhan yang kedua dan ketiga dianggap sunah. Pendapat ini berdasarkan perintah berwudhu dalam Al Quran yang dimaknai dengan hanya sekali basuhan. Sedangkan sunah membasuh 3 kali pada anggota wudhu didapati dari hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasalam diantaranya hadits berikut ini.

عن حمران مولى عثمان بن عفان أنه رأى عثمان بن عفان دعا بوضوء فأفرغ على يديه من إنائه فغسلهما ثلاث مرات ثم أدخل يمينه في الوضوء ثم تمضمض واستنشق واستنثر ثم غسل وجهه ثلاثا ويديه إلى المرفقين ثلاثا ثم مسح برأسه ثم غسل كل رجل ثلاثا ثم قال رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتوضأ نحو وضوئي هذا وقال من توضأ نحو وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفر الله له ما تقدم من ذنبه

Humran pembantu Utsman menceritakan bahwa Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu pernah meminta air wudhu untuk digunakan berwudhu. Maka dituangkan air wudhu itu diatas kedua tangannya lalu dibasuhnya 3 kali, kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam air lalu berkumur-kumur diiringi memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya dari hidung, membasuh mukanya 3 kali lalu membasuh kedua tangannya sampai siku 3 kali, mengusap kepala, membasuh kaki kanan dan kiri sampai mata kaki 3 kali. Lantas Utsman RadhiyAllahu ‘anhu berkata “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia shalat dua rakaat dengan khusyuk (tidak memikirkan urusan dunia dan yang tidak punya kaitan dengan shalat), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Namun para ulama berbeda pendapat dalam mengusap kepala 3 kali. Apakah dianggap sebagai sunah ataukah tidak? Apakah memiliki keutamaan ataukah tidak? Berikut ini akan saya paparkan pendapat-pendapat para ulama dalam masalah ini.

1. Mazhab Al-Hanafiyah

Pendapat dari mazhab Hanafiyah yaitu memakruhkan membasuh kepala tiga kali. Namun ada juga riwayat dari Al-Hasan yang menyebutkan bahwa Imam Abu Hanifah (w 150 H) pernah mengusap kepala 3 kali dengan air yang sama disaat berwudhu.

Al-Kasani (w. 587 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah di dalam kitabnya Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi As-Syarai’ menuliskan sebagai berikut :

ومنها أن يمسح رأسه مرة واحدة والتثليث مكروه وهذا عندنا .وقال الشافعي السنة هي التثليث وروى الحسن عن أبي حنيفة أنه يمسح ثلاث مرات بماء واحد

Dan termasuk dari syarat rukun berwudhu yaitu mengusap kepala sekali saja. Mengusap kepala sebanyak tiga kali adalah perbuatan makruh menurut pandangan kami. Imam Syafi’i (w 204 H) berpendapat bahwa mengusap kepala tiga kali sunah. Al Hasan meriwayatkan bahwasannya Imam Abu Hanifah (w 150 H) pernah mengusap kepala tiga kali dengan air yang sama.[1]

Ibnul Humam (w. 681 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah dalam kitab Fathul Qadir menuliskan sebagai berikut :

 قوله وتكرار الغسل إلى الثلاث ) قيد به لإِفادة أنه لا يسن التكرار في المسح

Pernyataan yang menyatakan (sunahnya) mengulang basuhan sebanyak tiga kali mempunyai arti tentang keterikatan antara basuhan dan jumlah bilangan tiga kali yang bermakna tidak sunahkan mengulang dalam mengusap.[2]

2. Mazhab Al-Malikiyah

Dalam mazhab ini mengusap kepala tiga kali tidak mengapa namun tidak juga memiliki keutamaan.

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah dalam kitab Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah menuliskan sebagai berikut :

ولا فضيلة عند مالك في مسحه ثلاثا كما أنه لا يمسح عنده في التيمم الوجه واليدين إلا مرة واحدة وكذلك على الخفين ولا فضل عنده في تكرار المسح في ذلك

Menurut Imam Malik (w 179 H) tidak ada keutamaan dalam mengusap kepala 3 kali sebagaimana mengusap wajah dan tangan disaat bertayammun yang hanya diusap sekali saja. Begitupula dengan mengusap khuf yang tidak ada keutamaan dalam mengulang usapan tersebut.[3]

Ad-Dasuqi (w 1230 H) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah di dalam kitab Hasyiyah Ad-Dasuqi menuliskan sebagai berikut :

أن تكرار المسح كالأذنين ( لكالأذنين ) والرأس ليس بفضيلة وهو كذلك لأن المسح مبني على التخفيف والتكرار ينافيه

Bahwasannya mengusap ulang telinga dan kepala tidak ada fadhilahnya. dikarenakan mengusap asalnya terbangun untuk meringankan (orang yang berwudhu) dan mengulang usapan akan meniadakan keringanan yang diberikan.[4]

3. Mazhab Asy-Syafi’i

An-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama dalam mazhab Asy-Syafi’iyah di dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab menuliskan sebagai berikut :

في تكرار مسح الرأس مذهبنا المشهور الذى نص عليه الشافعي رضي الله عنه في كتبه وقطع به جماهير الاصحاب أنه يستحب مسح الرأس ثلاثا كما يستحب تطهير باقي الاعضاء ثلاثا

Pendapat dari mazhab kami yang masyhur dalam permasalahan mengulang usapan di kepala sebagaimana yang telah dinashkan oleh Imam Syafi’i (w 150 H) dalam kitab-kitabnya dan juga telah memastikan (menguatkan) mayoritas pakar fikih kalangan syafi’iyah bahwasannya disunahkan mengusap kepala sebanyak 3 kali usapan sebagaimana sunahnya dalam mensucikan anggota-anggota wudhu yang lain sebanyak tiga kali (basuhan).[5]

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H) salah satu ulama mazhab Asy-Syafi’iyah di dalam kitab Mughni Al-Muhtaj menuliskan sebagai berikut :

ومن سننه (تثليث الغسل والمسح)

Dan termasuk sunahnya (wudhu) yaitu membasuh dan mengusap sebanyak tiga kali.[6]

4. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) ulama dari kalangan mazhab Al-Hanabilah di dalam kitabnya Al-Mughni menuliskan sebagai berikut :

فصل : ولا يسن تكرار مسح الرأس في الصحيح من المذهب

Pendapat yang shahih dalam mazhab yaitu Tidak disunahkan mengulangi usapan di kepala.[7]

Al-Mardawi (w. 885 H) salah satu ulama mazhab Al-Hanabilah di dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma’rifati Ar-Rajih minal Khilaf menuliskan sebagai berikut :

قوله ولا يستحب تكراره هذا المذهب وعليه الجمهور قال الشارح هذا الصحيح من المذهب.

Dan tidak disunahkan mengulanginya (usapan di kepala). Inilah pendapat dari mazhab (hanbali) dan juga mayoritas para pakar fikih. Pendapat inilah yang benar dalam mazhab hanbali.[8]

5. Mazhab Azh-Zhahiriyah

Ibnu Hazm (w. 456 H) salah satu tokoh mazhab Azh-Zhahiriyah di dalam kitab Al-Muhalla bil Atsar menuliskan sebagai berikut :

فلو مسح بعض رأسه أجزأه وان قل، ونستحب أن يمسح رأسه ثلاثا أو مرتين وواحدة تجزئ

Sah jika mengusap sebagian kepala walaupun sedikit. Dan kami mensunahkan mengusap kepala sebanyak tiga atau dua kali. namun sah jika hanya mengusap sekali saja.[9]

Wallahu’alam.

[1] Al-Kasani, Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi Syara’i, jilid 1 hal 22 cet. Darul Hadits.

[2] Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal 27 cet. Ihya At-Turats.

[3] Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah, hal 21 cet Daar Al-Kutub Al-‘Ilmiyah.

[4] Ad-Dasuqi, Hasyiyah Ad-Dasuqi, jilid 1 hal 101-102 cet. Daar Al-Fikr.

[5] An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdab, jilid 1 hal 432 cet. Daar Al-Fikr.

[6] Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 1 hal 102 cet. Daar Al-Ma’rifah Beirut.

[7] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal 141 cet. Al-Kitab Al-‘Arabi.

[8] Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma’rifati Ar-Rajih min Al-Khilaf, jilid 1 hal 163.

[9] Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal 295.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s